BUDAYA LITERASI MELALUI TEKS DONGENG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER SISWA SD ISLAM KHAIRA UMMAH

  • Syofiani Syofiani Universitas Bung Hatta
  • Olin Nita Universitas Bung Hatta
  • Awis Karni Universitas Islam Negeri Umam Bonjol Padang
Keywords: budaya literasi, dongeng, karakter

Abstract

Dongeng sebagai salah satu genre sastra dewasa ini sudah mulai ditinggalkan oleh para pencinta sastra, apalagi di tengah-tengah arus modernisasi dewasa ini. Semua lini kehidupan sudah berbasis teknologi dan digital, tidak terkecuali dunia pendidikan. Dewasa ini, sudah jarang anak yang suka membaca dongeng karena anak-anak disibukkan dengan gadget. Jika dibiarkan tentu saja kondisi ini akan membuat dongeng sebagai salah satu sarana dalam mengembangkan karakter anak-anak akan punah. Dongeng seyogyianya dapat mengembangkan literasi sastra anak terutama pada aspek membaca dan menulis, yang merupakan titik tolok untuk mengukur literasi sastra siswa. Dongeng sebagai salah satu bagian sastra anak, berfungsi memberikan hiburan dan sebagai sarana untuk mewariskan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat. Dongeng dipandang sebagai sarana untuk mewariskan nilai-nilai kepada anak-anak sebagai generasi penerus. Sesuai dengan keberadaan misi tersebut, dongeng mengandung ajaran moral. Melalui dongeng, diharapkan dapat membentuk manusia-manusia Indonesia yang memegang teguh nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Dengan demikian, pendidikan budaya dan karakter siswa harus ditanamkan sejak dini melalui berbagai cara dan di mana saja, termasuk di sekolah dasar.

References

Alfuad. (2017). “Pemanfaatan Literasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar”. Makalah disajikan dalam Proseding. Universitas Sebelas Maret.
American Asociaton of School Librarians (AASL). (1998). Information literacy standards for student learning: standards and indicators. Diunduh http://www.lita.org/ala/mgrps/divs/aasl/aaslproftools/ informationpower/Information Literacy Standards_final.pdf. Diakses 2 Oktober 2014.
Asteria, Prima Vidya. (2012). Bahan Ajar Membaca Cerita Fiksi Realistis Berbasis Kecerdasan Spiritual Untuk Pengembangan Karakter. Proseding dalam Seminar Nasional Implementasi Pendidikan Karakter dalam Membangun Bangsa. Yogyakarta, 5 Mei 2012.
Asteria, Prima Vidya. (2012). Pengembangan bahan ajar sastra berbasis kecerdasan spiritual bagi siswa SD”. Tesis. Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Tidak diterbitkan.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum. (2010). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.
Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Cerita rakyat, dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Geske, A. & Ozola, A. (2008). Factor Influencing Reading Literacy at the Primary School Level. Problems of Education in the 21st Century.
Kurniawan, Muhammad Ragil. (2017). “Blanded Learning sebagai Model Pembelajaran di Era Digital untuk Meningkatkan Budaya Literasi”. Proseding Universitas Sebelas Maret.
Lakehead University Library. (2008). Information literacy benefits. Diunduh dari (http://library.lakeheadu.ca/?pg=728, diakses 1 Oktober 2014).
Meiyani, Neni. 2007. Psikologi Pendidikan di dalam ruangan kelas. Modul mata kuliah Psikologi Pendidikan. Bandung: UPI.
Noor, Rohinah M. (2011). Pendidikan karakter berbasis sastra: Solusi pendidikan moral yang efektif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Nurgiyantoro. (2005). Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ong, Walter J. (2002). Orality and literacy: The Technologizing of the World. New York: Routledge.
Priyanto, Ida. (2013). Tingkat Numerasi dan Literasi Bangsa Kita Rendah. Kedaulatan Rakyat, dimuat 7 November 2013, halaman 14.
Retnaningsih, Pratiwi. (2016). Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Pertama Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Sari, Esti Swatika. (2011). “Mengoptimalkan Kembali Literasi Sastra di Perguruan Tinggi Perlukah?”. Disajikan dalam konferensi Nasional Bahasa dan Sastra III Universitas Negeri Yogyakarta.
Sirikit, Hernani. (2014). “Membangun Budaya Literasi”. Proseding Seminar Nasional Plus. Membangun Peradaban Generasi Emas melalui Literasi, 19 Oktober 2014. Surabaya: Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Tompkins, Gail E. dan Kenneth Hoskisson. (1991). Language art: Content and teaching strategies. New York: Max Well Macmillan International Publishing Group.
Teguh, Mulyo. “Aktualisasi Kurikulum 2013 Di Sekolah Dasar Melalui Gerakan Literasi Sekolah Untuk Menyiapkan Generasi Unggul Dan Berbudi Pekerti
Gerakan Literasi Sekolah Dasar”. Prosiding Seminar Nasional 15 Maret 2017.
UNESCO. (2006). Information for all programme (IFAP): towards information literacy indicators. Diunduh dari http://www.publications.-drdo.gov.in/ojs/index.php/djlit/article/viewFile/1/62/75. Diakses 22 September 2014
Published
2022-06-30
Section
Articles Jurnal Cerdas Proklamator