BUDAYA LITERASI MELALUI TEKS DONGENG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER SISWA SD ISLAM KHAIRA UMMAH

  • Syofiani Syofiani Universitas Bung Hatta
Keywords: budaya literasi, dongeng, karakter.

Abstract

Budaya literasi di sekolah dasar perlu terus dikembangkan, salah satu melalui teks dongeng. Budaya literasi bermakna mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa dalam memahami dan memaknai sesuatu yang diperoleh, baik secara lisan maupun tulis, serta mampu memanfaatkannya dalam kehidupan. Teks dongeng atau melalui mendongeng, diyakini dapat dijadikan sebagai sarana mengembangkan karakter siswa ke arah yang lebih baik, lewat penggambaran tokoh dalam cerita. Melalui cerita yang disajikan pengarang dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa untuk mengikuti kisah-kisah yang ada dalam cerita. Kisah-kisah tersebut dapat berfungsi sebagai salah satu sarana bagi anak untuk menguji kehidupannya sendiri, memberikan empati kepada orang lain, dan dapat memahami tentang kehidupan di masyarakat yang begitu kompleks. Dengan demikian, melalui dongeng dapat membangkitkan kembali budaya literasi di kalangan siswa sekolah dasar. Dongeng merupakan karya fiksi yang di dalamnya sarat dengan kandungan nilai-nilai di antaranya nilai moral yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan mental siswa. Terwujudnya budaya literasi mendongeng pada siswa juga akan mengembangkan karakter siswa.

References

American Asociaton of School Librarians (AASL). 1998. Information Literacy Standards for Student Learning: Standards and Indicators. (http:??www.lita.org/ala/mgrps/divs/aasl/aaslproftools/informationpower/InformationLiteracyStandards_final.pdf, diakses 2 Oktober 2014)
Asteria, Prima Vidya. 2012. Bahan Ajar Membaca Cerita Fiksi Realistis Berbasis Kecerdasan Spiritual Untuk Pengembangan Karakter. Proseding dalam Seminar Nasional Implementasi Pendidikan Karakter dalam Membangun Bangsa. Yogyakarta, 5 Mei 2012.
Asteria, Prima Vidya. 2012. Pengembangan Bahan Ajar Sastra Berbasis Kecerdasan Spiritual bagi Siswa SD. Tesis. Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Tidak diterbitkan.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.
Lakehead University Library. 2008. Information Literacy Benefits. (http://library.lakeheadu.ca/?pg=728, diakses 1 Oktober 2014)
Meiyani, Neni. 2007. Psikologi Pendidikan di Dalam Ruangan Kelas. Modul Mata Kuliah Psikologi Pendidikan. Bandung: UPI.
Noor, Rohinah M. 2011. Pendidikan Karakter Berbasis Sastra: Solusi Pendidikan Moral yang Efektif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Nurgiyantoro. 2005. Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ong, Walter J. 2002. Orality and Literacy: The Technologizing of the World. New York: Routledge.
Priyanto, Ida. 2013. Tingkat Numerasi dan Literasi Bangsa Kita Rendah. Kedaulatan Rakyat, dimuat 7 November 2013, halaman 14.
Sirikit, Hernani. 2014. Membangun Budaya Literasi. Proseding Seminar Nasional Plus ‘Membangun Peradaban Generasi Emas melalui Literasi’. 19 Oktober 2014. Surabaya:Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Tompkins, Gail E. dan Kenneth Hoskisson. 1991. Language Art: Content and Teaching Strategies. New York: Max Well Macmillan International Publishing Group.UNESCO. 2005. Information for All Programme(IFAP): towards information literacy indicators. (http://www.publications.-drdo.gov.in/ojs/index.php/djlit/article/viewFile/1/62/75, diakses 22 Septem-ber 2014).
Published
2020-12-30
Section
Articles Jurnal Cerdas Proklamator